Isu Manajemen Aset
Isu
Perencanaan Pengadaan yang tidak strategis
Lokasi
TPA Pasir Bajing Kab.Garut
Kota
Garut memiliki lokasi Tempat
Pembuangan Akhirnya (TPA) yang berada di Kecamatan Leles
dengan nama TPA Pasir Bajing. Pengelolaan sampah di TPA Pasirbajing menggunakan
sistem control landfill. Pengurugan dilakukan secara berkala yaitu tiga kali
dalam setahun atau ketika tumpukan sampah sudah setebal ± 4,5 m. TPA
Pasirbajing dibuat tanpa menggunakan pelapis dasar (geomembrane). Luas
kapasitas lahan TPA Pasirbajing adalah 8,8 ha.
Luas
lahan TPA Pasir bajing adalah 8,8 ha.
Sejak dioperasikan tahun 1994, luas lahan TPA yang sudah terpakai sampai 2007
adalah ± 6 ha atau 70% dari kapasitasnya. Dari lima zona yang ada tinggal satu
aktif dengan jumlah lima sel pembuangan. Adapun jarak lokasi TPA dengan
perumahan/permukiman terdekat yaitu 2,5 km, sedang jarak TPA dengan sungai /
badan air dan pantai terdekat yakni sejauh 10 km dan 96 km.
TPA
Pasirbajing sudah dilengkapi unit pengolahan air lindi. Akan tetapi karena pada
saat pembangunan TPA tidak dibuat sistem perpipaan manifold dan lateral sebagai
inlet feeder untuk instalasi maka sampai saat ini instalasi yang ada masih
belum beroperasi (idle). Selain tidak terdapatnya sistem perpipaan manifold TPA
Pasir Bajing juga tidak dilengkapi dengan incinerator.
Sampai
saat ini Pemerintah Daerah belum memiliki rencana pembuatan TPA baru. Mengingat
semakin berkurangnya daya tampung TPA pada tahun anggaran 2008 direncanakan
perluasan area TPA dan kebutuhan lahan urugan senilai Rp. 140 juta. Selain itu
untuk mengantisipasi pemberlakuan UU Persampahan, Pemerintah Kabupaten Garut
tetap memegang komitmen untuk bergabung dalam Konsorsium Pengelolaan Sampah
Regional (GBWMC).
Dari isu diatas
dapat disimpulkan bahwa tidak adanya perencanaan pengadaan strategis yang
dilakukan dari awal berdampak pada tidak optimalnya (efektif dan efisien) pembelian alat instalasi untuk mendukung
perpipaan manifold dan lateral hal ini
merupakan kecacatan ketika perencanaan pengadaan/proyek TPA Pasir Bajing
berlangsung. Selain itu akan berdampak kepada
biaya yang dikeluarkan akan tidak sesuai dengan budget karena sistem
pengolahan sampah membutuhkan alternative yang lain.
Source:
"Rencana dan Indikasi Program Rencana Pengelolaan Sampah".xa.yimg.com. web. 23 September 2014
Komentar
Posting Komentar